Korban Gempa Terserang Demam dan Gatal-gatal
| Selasa, 15 September 2009 | |
| CIAMIS, Priol - Demam dan gatal-gatal mulai menyerang korban gempa yang tinggal di tenda - tenda, di kampung Tangkeban, Kec. Purwadadi dan desa ratawangi Kec. Banjarsari. Setelah beberapa hari tinggal di tenda yang tidak representatif tanpa pengahalang, serta minim air bersih korban gempa rentan terkena penyakit. Keluhan warga yang menjadi korban gempa tersbeut, langsung di respon mahasiswa galuh jaya jakarta dengan menurunkan 4 dokter BUlan Sabit Merah ke lokasi. Antrian panjang terjadi di pos pengobatan gratis Keluarga Mahasiswa Galuh Jaya Jakarta. Sekretaris KBM Galuh Jaya Jakarta, Irfan, mengatakan dari hasil pemeriksaan dokter BSM, pengobatan gratis Galuh Jaya dailakukan di dua tempat di kec. Purwadadi dan Kec. Banjarsari, sebagian besar korban mengalami demam, panas, flu, dan gatal-gatal. Korban yang mengikuti pemeriksaan dan pengobatan gratis, lebih dari 200 orang. "Keluhan sakit ini kami dengar pada saat pertama kali galuh jaya menyisir memberikan bantuan sembako. Karena itu kami berinisiatif langsung menurunkan dokter dari BSM jakarta untuk mengadakan pengobatan gratis, di lokasi-lokasi pengungsian yang diduga rentan terhadap serangan penyakit,"kata Irfan. Sementara dewan pembina Galuh Jaya Jakarta, Uef Asep Nurwanda, SH, mengatakan melihat kondisi seperti ini, pemerintah harus segera melakukan upaya preventif terhadap pengungsi yang berada di tenda-tenda kumuh. "Sampai mereka mendapatkan rumah kembali tentu ada jeda waktu yang relatif lama, kalau tenda-tenda tempat mereka tinggal sekarang masih seperti itu, compang camping, hanya terpal tanpa pengahalang, selama itupula mereka hidup dalam ancaman penyakit. Apalagi sarana air bersih juga tidak ada," kata Uef. Di muat di Harian Umum Priangan cetak & Online bisa di lihat di http://prianganonline.com/index.php?option=com_content&task=view&id=194&Itemid=36 |



